18.12.11

Reblogged from Chikopat

THE JAMBRETS!
XI-IPS SMALA '13



***



Astrid Rachmadian Noor. Astrid, Acid, Ambengan, Mbeng.
Salah satu K-Popers di dalam kelas yang tergila-gila dengan Rain. Bernomer absen satu. Terdepan mengawali The Jambrets dalam nomer absen, tetapi tidak soal kedatangan di pagi hari. Walaupun rumahnya hanya berjarak sekitar tiga ratus meter dari gerbang sekolah, namun mbretti berkacamata dan bersuara merdu ini selalu datang terlambat. Ya, selalu, hingga membuat anak-anak satu kelas geram dengannya. Rumahnya yang berlokasikan di Jl. Ambengan membuat ia mendapatkan julukan “MBENG” atau “SI AMBENGAN” oleh mbretta dan mbretti XI-IPS. Nekat dan gigih memperjuangkan Bhs. Mandarin untuknya di saat satu kelas mendapat pelajaran Bhs. Jerman. Celetukannya selalu berujung dengan sahutan “oposee triiiiid” dari anak-anak. Mereka bilang dia lebay. Calon mahasiswa Sastra Tionghoa Universitas Indonesia, amin.



       Bianda Retno WidyaniBianda, Bii.
Pemilik boneka Timmy The Sheep, boneka maskot kelas yang selalu dipeluk-peluk bahkan menjadi alas tidur mbretti XI-IPS. Selalu mengeluarkan suara-suara gak jelas, dari mengembik, mengeong, sampe “uwaaa” dengan tangan yang digoyang-goyangkan membentuk gelombang ombak. Mengaku dirinya sarkas dan memang kadang cukup sarkas ditambah dengan ekspresi wajah yang seringkali berubah menjadi menyeramkan. Mbretti berjilbab ini mempunyai pemikiran lebar yang kreatif dan penuh dengan inovasi. Sekarang sedang menjabat pula sebagai Ketua SS Karawitan yang sedang dihadiahi pendopo dan seperangkat alat karawitan baru oleh sekolah. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia, amin. 



Carissa HanjaniIca.
Mbretti bertangan paling kecil diantara sejuta umat. Walaupun bertangan kecil dirinya pun tetap pede untuk mengacungkan tangan di kelas untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Saat ini jemari-jemari kecilnya sedang santer untuk belajar memetik gitar bersama Bayu. Menjadi yang paling berisik disaat dirinya sedang dalam mood yang hyper, dijamin tidak ada yang bisa menghentikan tawa terbahak-bahaknya, tapi dapat pula menjadi yang paling diam dikala dilep atau sedang bad mood. Salah satu tim inti debat di SS Glass yang sudah tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya. Calon mahasiswa llmu Ekonomi Universitas Indonesia, amin.



Chasbi AsidiqiChasbi, Botak, Tak.
Satu dari empat lelaki di kelas. Memiliki passion yang tinggi terhadap pelajaran sejarah dan sangat menggemari cerita-cerita heroik tentang perjuangan pahlawan Indonesia. Walaupun orangnya cukup geje tapi si Chasbi ini mahir dalam ilmu per-html-an sehingga ia menjadi satu-satunya tonggak harapan anak-anak The Jambrets dalam pelajaran TIK. Sekarang sedang menjabat sebagai Ketua SS PSHT, seperti wiro sableng dia begitu lincah dan mahir memainkan silat. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya, amin.




 Dzikri Sabillah AnwarChiki.
Satu-satunya mbretties yang selalu datang paling awal, setia setiap saat mengawali hari. Memegang keuangan The Jambrets, menjadi bahagia jika bisnis printer The Jambretz sedang ramai dan menghasilkan banyak uang. Entah kenapa kerap kali dipanggil Chikopat oleh anak-anak lain, padahal menonton Rumah Dara-pun ia tak kolu. Sepertinya cukup sekian *merasa aneh mendeskripsikan diri sendiri*. Calon mahasiswa Komunikasi Universitas Gadjah Mada, amin.



           Heraldha SaviraSasha, Sepik.
Presenter dan penyiar dari The Jambretz. Tak pernah lepas dari yang namanya handphone, baik pada waktu pelajaran maupun ulangan. Dirinya juga memiliki hobi untuk selalu memintai semua makanan milik anak-anak yang ada di kelas. Walaupun masih sekolah, ia sudah dapat menghasilkan uang sendiri dengan menjadi guru piano untuk anak-anak. Jam terbangnya pun sudah sangat padat, oleh karena itu pula mungkin ia seringkali ditemukan absen karena sakit, ataupun terbaring lemah di UKS. Dalam hal mengalihkan perhatian guru, Heraldha jagonya. Calon mahasiswa Bisnis Manajemen Universitas Indonesia, amin.


       
      Hanif AbidaBida, Ringkih.
Yang terlintas dalam benak rekan-rekan The Jambrets-nya ketika ia dinyatakan absen adalah pecah. Ya, seperti halnya sebuah kaca yang rapuh, ia sangat ringkih alias sangat mudah sekali sakit. Langganan absen pada hari Jumat, sehari setelah olahraga. Langgangan tidur di UKS juga. Selain itu, Bida juga memiliki kemampuan untuk tidur, the sleepy head anywhere anytime, bahkan di kala guru sedang menerangkan pelajaran. Seringkali membuat kelas menjadi berwarna dan ramai ceria. Namun jangan menganggunya dikala ia sedang badmood atau dilep. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota OSIS Sekbid 10 yang membawahi SS Glass atau debat yang ditekuni dan dicintainya. Sedang menyiapkan tenaga untuk MPDK 2012. Calon mahasiswa SBM ITB, amin.



      Masandi Rachmad Rosyid. Riwan.
Penjual pulsa dari The Jambrets, walaupun seringkali diutangi hingga beratus-ratus ribu, ia tetap selalu mempromosikan produknya dimanapun ia berada. Baru-baru ini mengembagkan bisnis untuk berjualan minyak wangi sepuluh ribuan yang membuat kelas semerbak dengan bau minyak wangi Justin Bieber. Sangat aktif untuk bertanya da menyimak pelajaran, sehingga kadang ia menjadi satu-satunya pengalih perhatian yang manjur di kala anak-anak yang lain sedang malas dan mengantuk untuk menyimak pelajaran yang disampaikan. Baru saja memenangkan lomba ekonomi tingkat Jawa Bali dan sukses membuat anak-anak terjancuk-jancuk dengan traktiran Nasi Goreng Jancuknya. Calon mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia, amin.



      Moch. Ali IrsyadIrsyad, Ijad, Rimba.
Si anak rimba yang sangat geje-geje sekali. Pencetus nama The Jambrets untuk kelas XI-IPS. The Jambrets sendiri merupakan singkatan dari Jamaah Berbudi Berprestasi Tjebelas IPS, berangkat dari backgroundnya yang merupakan Al-Hikmaers. Di dalam kelas selalu mengeluarkan celetukan-celetukan aneh dan alay yang kadang berhasil membuat satu kelas terkakak. Kadang juga dapat menjadi super annoying, membuat semua anak-anak mangkel. Berambisi untuk menikahi wanita arab, anak dari Syekh. Walaupun ia merupakan pemeluk agama Islam yang taat, tapi ia selalu meninggalkan gambar simbol-simbol New World Order dimanapun ia berada. Calon mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Indonesia, amin.



M. Bayu Adi PrakosoBayu, Baey.
Merupakan ketua kelas abadi The Jambrets. Selalu menyangklong tas bally kecil kemana-mana. Tak pernah lepas dari laptopnya dan seluk beluk PES serta Football Manager. Ia merupakan seniman sejati yang dapat mengusai alat musik, tari, teater, dan karawitan. Di kelas juga sering menggenjreng gitar yang berstiker I Love Smada dan genjrengannya akan semakin bertambah keras jika dirinya sedang emosi. Sering digojloki anak-anak karena parasnya yang bermata sipit. Sekarang sedang mengemban amanah menjadi Pengawas MPK Sekbid 8. Calon mahasiswa Hukum Universitas Indonesia, amin.





            Siska Septian AndriyaniSiska, Pre Order Sist.
Merupakan mbretti yang paliiiing kalem di dalam kelas. Ekspresinya selalu stabil, dirinya pun selalu rajin dan tabah dalam menghadapi tugas-tugas dan ulangan. Saking kalemnya bahkan waktu traktiran Nasi Goreng Jancuk oleh Riwan, walaupun udah kepedesan dan muka memerah ia tetep kaleem menghadapi itu semua, padahal yang lainnya udah teriak dan meler-meler nggak karuan. Ternyata Siska ini juga sudah bisa mengais rezeki sendiri dengan menjadi guru privat pelajaran untuk anak-anak SD di sekitar rumahnya. Calon mahasiswa Administrasi Negara Universitas Brawijaya, amin.



       Syahyana Ayu PurbasariSyasa, Sasa, Mbah.
The Jambrets yang paling menjulang dan semampai. Merupakan tetua di kelas. Awal mula kenapa ia bisa dipanggil Mbah adalah ketika Bayu dilimpahi makanan tiwul ketan oleh Pak Al-Amri, kemudian ia melimpahkan itu semua sebagai sesajen kepada Sasa. Agak geje memang. Kata-katanya yang khas dan selalu keluar dari mulutnya adalah “….., pooooool” dengan logatnya yang khas dan cara berbicaranya yang cepet-cepet-kayak-diburu-buru. Kesaktiannya semakin dibuktikan melaui jemarinya yang dapat dengan mudah menjinakkan printer yang rewel dan bolak-balik paper jam. Beruntunglah yang piket bersamanya. Calon mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia, amin.



      Wafda Liulin NuhaUlin, Wafdhlo’, Leoleeen.
Bernomer absen terbuncit. Walaupun epekndewo, tapi entah kenapa di kelas ia selalu menjadi bahan bulan-bulanan, terutama oleh Ijad. Sungguh kasihan sekali Ulin, tapi ia tetap tegar! Buktinya senyum dan tawa selalu mengembang di bibirnya dalam kondisi apapun. Kerap kali membuat The Jambrets geram karena cara bicaranya yang kurang tegas. Nampaknya ia menumpahkan semua kata-katanya ke dalam tulisan, terutama yang ada di blognya yang hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memahami maksudnya. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada.

No comments:

Post a Comment