13.12.11

Fiksi #3

"Kamu suka hujan?"
"Enggak. Petirnya nakutin!"
"Hahaha, kan nggak setiap hujan ada petir"
"Tapi petir ada kalo hujan!"
"Yaudah kalo gitu tiap hujan, kamu harus sama aku ya? Biar aku bisa ngusir petirnya, trus kamu suka deh sama hujan.."

***

Ve tersadar dari lamunannya. Dilihatnya jam dinding kafe itu, yang menunjukkan pukul 4 sore. Ia lalu melihat keluar jendela, hujan turun dengan derasnya. Ve tersenyum, ia bisa mencium bau hujan yang turun ke bumi dan membuat jalanan basah. Seseorang harus bertanggung jawab terhadap kegilaanku pada hujan, batin Ve. Sadar ia hanya duduk di kafe itu selama berjam-jam tanpa melakukan apapun, Ve lalu memutuskan untuk pergi.

Di luar, hujan masih sama derasnya dengan beberapa menit yang lalu. Ia membuka payung ungunya dan berjalan ke arah taman bermain anak-anak.


Picture source: Tumblr
***

"Ve, ayo hujan-hujanan sama aku!"
"Nggak mau Dit, nanti sakit.."
"Aduh, nggak bakal, aku jamin deh"
"Adiiit jangan tarik-tarik nanti basah!!!"
"Hahaha sukurin, ayo sini!"

Dan di tengah hujan deras itu, dua orang anak bercanda dan bergurau di tengah jalan, sebelum akhirnya satu dari mereka yang bernama Adit tertabrak mobil.

Dit, katamu kita nggak bakal sakit kalo hujan-hujanan, tapi kenapa badanmu dingin dan pucat gini, tidur terus lagi...

2 comments:

  1. a bit confused, is the guy named 'Dan' or 'Adit'? but #1-#3 are good:]

    ReplyDelete
  2. they are 2 different guys :) thank you ;)

    ReplyDelete