25.10.11

Fiksi #1

"Eh, hujan!" seru teman kelasku saat itu.
Tak percaya, aku melihat keluar lewat jendela. Benar saja, hujan turun rintik-rintik, makin lama makin deras. Bel pulang sekolah berbunyi, kami berbondong-bondong keluar dari kelas.

Seperti biasa, ketika hari hujan, gerbang sekolah yang tak seberapa luas itu dipenuhi hampir seluruh siswa yang berteduh sambil menunggu dijemput. Saking sesaknya, kupastikan semua murid yang ada di situ susah bernafas. Aku melihat ke sekeliling, semuanya sibuk sendiri. Ada yang bingung mengabari ibunya agar segera menjemput, banyak juga yang sedang bercanda atau mengobrol dengan yang lain.

Sampai mataku tertuju pada sosok itu, yang sedang bergurau dengan sahabatnya. Sahabatnya yang konyol itu. Entah kenapa hanya dengan melihat mereka, aku ikut tertawa. Aku memperhatikannya, matanya yang menyipit ketika ia tertawa lebar dan posturnya yang tinggi tegap. Lalu aku tersenyum.

Sesaat setelah itu, ketika ibuku sudah memberitahu bahwa ia sudah di depan sekolah, aku segera mencari jalan untuk keluar dari lautan manusia itu. Namun hujan masih mengguyur deras daerah sekolah kecil itu, membuatku bingung bagaimana harus keluar. Lalu seseorang dari belakang berkata, "Ayo bareng. Pake jaketku."

Beberapa detik kemudian tak sadar aku sudah berada di bawah jaket seseorang yang tengah di buka lebar untuk memayungi kami. Aku mendongak, melihat siapa pemilik jaket itu.
Dia. Yang matanya menyipit ketika tertawa lebar.

Hujan, aku jatuh cinta.

4 comments:

  1. Bagus banget Bida, unyu ><
    Mau bergabung bikin novel unyu nggak suatu saat nanti? :')

    ReplyDelete
  2. huaaa makasih mbak ayaaa ><
    AYO AYO AYO!!! :3

    ReplyDelete