10.7.11

Tribute to Perisai 2011

Harapan itu masih ada.
Jangan menyerah dulu, kawan.
Mereka hanya belum tahu, dan itu tugas kita untuk membuat mereka membuka mata.

"Padang Bulan", Andrea Hirata.

......
Makin dalam kubongkar kertas-kertas lama, kian memesona penemuanku. Kubuka ikatan setumpuk kertas dan terkejut melihat berlembar-lembar kertas berisi tulisan tanganku ketika masih kelas empat SD:

A Ling, hari ini aku belajar menyanyikan lagu "Rukun Islam". Apakah kau bisa menyanyikan lagu "Rukun Islam"?

Sesungguhnya kalimat itu amat konyol, mana mungkin A Ling, orang Tionghoa tulen dan beragama Konghucu akan belajar menyanyikan lagu "Rukun Islam". Aku pasti sangat gugup waktu itu. Dalam ikatan kertas yang lain, kutemukan surat ini:

Kalau rindu, ucapkan namaku lima puluh kali. Nanti tak rindu lagi.

Kupejamkan mata. Kuucapkan nama A Ling lima puluh kali. Kubuka mata, kulihat sekeliling.
Lampu padam.
Malam diam.
Aku masih rindu.

......



Reblogged from Mbak Aya

5.7.11

Stories of Princess and Their Lessons

Cinderella walked on broken glass.
Sleeping Beauty let a whole lifetime pass.
Belle fell in love with a hideous beast.
Jasmine married a common thief.
Ariel walked on land for love and life.
Snow White barely escaped a knife.
It was all about blood, sweat, and tears,
because love, means facing your biggest fears.

A letter to your heart.

“If you are going to fall in love with me, it’s only fair that you know what you are falling in love with. You are falling in love with my insecurities, and my obsession with trying to figure out what everyone thinks of me. You are falling in love with my immaturity, my constant need to feel loved and appreciated, my overactive tear ducts, my internet obsession. You fall in love with my troubled past, and my hopes and dreams, and how I’m a hopeless romantic at heart. If you fall in love with me, you fall in love with my self-hate and all my imperfections and my perception that nobody could ever love me.
But, you are also falling in love with the way my eyes will smile when I’m with you, the way I’ll text you in the mornings just telling you I hope you have a great day. You’re falling in love with the occasionally humorous and/or thought-provoking things I say, and the way I blush when people ask me about you. But to me, the most important thing will be that you are falling in love with me, despite me thinking that it is impossible.”

Reblogged from someone's blog. Forget who.
If you  know whose writing is this, please let me know and I'll put the credit here.
Thanks :)

Quote from The Notebook


My Dearest Allie,

I couldn’t sleep last night because I know that it’s over between us.

I’m not bitter anymore, because I know that what we had was real. And if in some distant place in the future we see each other in our new lives, I’ll smile at you with joy and remember how we spent the summer beneath the trees, learning from each other and growing in love.

The best love is the kind that awakens the soul and makes us reach for more, that plants a fire in our hearts and brings peace to our minds, and that’s what you’ve given me. That’s what I hope to give to you forever. I love you. I’ll be seeing you.


Noah.

4.7.11

day 6 — a stranger

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Aku Ingin
Oleh Sapardi Djoko Damono. 

3.7.11

Sweet.




Picture: Courtesy of Tumblr

2.7.11

My (Scary) Twin

Pas lagi seru-serunya cerita horor efek nonton Insidious di perjalanan pulang dari TP sama kakak, mas Angga, mama, Cumpi, kakak tau-tau nyeletuk gini, "Dek aku mau cerita sesuatu tapi habis tak ceritain ini aku yakin kamu nggak bakal berani tidur sendiri di kamarmu." Lhoalah, cerito opo? Batinku.

Aku jadi penasaran, terus dia tak tagih-tagih terus tak suruh cerita. Kakak, "Gini lho ceritanya. Tiap aku pulang pagi jam 1-2 an kan aku mesti lewat belakang, lewat jemuran trus ke kamarmu kan. Nah aku pasti ngintip lewat jendela kamarmu dulu, liat kamu udah tidur apa belum. Kalo kamu belum tidur aku pasti minta tolong kamu mbukain pintu kamarmu yg tembus ke jemuran. Kalo kamu udah tidur ya baru aku mbangunin mama. Trus pas hari itu tak intip dari jendela kamu udah tidur pules sambil meluk guling. Yaudah aku nggedor-nggedor jendela kamarnya mama, biar mama yang mbukain pintu kamarmu. Trus pas aku udah masuk kamarmu... Lho kamu kok nggak ada... Trus aku langsung lari pontang panting nyari kamu di ruangan-ruangan rumah. Aku kuaget soalnya mama bilang kamu hari itu lagi nginep di rumah temenmu... Lha terus yang tak liat itu siapa??"

Eng ing eng... Merinding disko coy.

Jadi flashback waktu itu entah amira atau pila sekitar 2 taun yang lalu waktu masih SMP, bilang ke aku, "Lho bid kon kok nang kene??"
Waktu itu aku posisi lagi di koridor depan perpustakaan, deket kelasku, 8B. Terus tak jawab, "Lhe emange aku kudune nang endi?"

Terus pila/amir itu njawab, "Jektaaaaaas ae aku ndelok kon nang kelas, cedek e rak buku, tak celuk gak noleh-noleh..."

Dengan posisi aku udah di koridor itu selama 1 jam terakhir.

Bayangkan gaes. BAYANGKAN.

Sebenernya apa yang salah sama aku? (atau jiwaku?)
Aku jadi takut sama diriku sendiri...

*Ada komen dari Septi di posting ini, tak pindah sini aja ya:

"Eh bid, gak bermaksud nambah-nambahin ya, aku pernah gitu juga, pas di smala yg kita sibuk diklat joerv yg nyiap2in id card itu lo.. kan sampe maghrib, trus nunggu ica beli kertasnya, kamu bilangnya lak mbalik ke X9 kalo ga salah.. trs aku liat kamu di pojok pendopo sebrangku nunduk sambil nulis2, lha tak kira kertasnya udh dateng, trus tak panggil km nggak noleh, tak pikir, bida iki lapo.. Eh tiba2 kamu dateng dari arah koridor .__. Aku dr dulu pengen cerita ini *sampe hampir lupa* hahaha tp lupa terus kalo ketemu wkwk"

Wow, berarti udah 3 orang ya yang ngeliat kembaranku.