18.12.11

Reblogged from Chikopat

THE JAMBRETS!
XI-IPS SMALA '13



***



Astrid Rachmadian Noor. Astrid, Acid, Ambengan, Mbeng.
Salah satu K-Popers di dalam kelas yang tergila-gila dengan Rain. Bernomer absen satu. Terdepan mengawali The Jambrets dalam nomer absen, tetapi tidak soal kedatangan di pagi hari. Walaupun rumahnya hanya berjarak sekitar tiga ratus meter dari gerbang sekolah, namun mbretti berkacamata dan bersuara merdu ini selalu datang terlambat. Ya, selalu, hingga membuat anak-anak satu kelas geram dengannya. Rumahnya yang berlokasikan di Jl. Ambengan membuat ia mendapatkan julukan “MBENG” atau “SI AMBENGAN” oleh mbretta dan mbretti XI-IPS. Nekat dan gigih memperjuangkan Bhs. Mandarin untuknya di saat satu kelas mendapat pelajaran Bhs. Jerman. Celetukannya selalu berujung dengan sahutan “oposee triiiiid” dari anak-anak. Mereka bilang dia lebay. Calon mahasiswa Sastra Tionghoa Universitas Indonesia, amin.



       Bianda Retno WidyaniBianda, Bii.
Pemilik boneka Timmy The Sheep, boneka maskot kelas yang selalu dipeluk-peluk bahkan menjadi alas tidur mbretti XI-IPS. Selalu mengeluarkan suara-suara gak jelas, dari mengembik, mengeong, sampe “uwaaa” dengan tangan yang digoyang-goyangkan membentuk gelombang ombak. Mengaku dirinya sarkas dan memang kadang cukup sarkas ditambah dengan ekspresi wajah yang seringkali berubah menjadi menyeramkan. Mbretti berjilbab ini mempunyai pemikiran lebar yang kreatif dan penuh dengan inovasi. Sekarang sedang menjabat pula sebagai Ketua SS Karawitan yang sedang dihadiahi pendopo dan seperangkat alat karawitan baru oleh sekolah. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia, amin. 



Carissa HanjaniIca.
Mbretti bertangan paling kecil diantara sejuta umat. Walaupun bertangan kecil dirinya pun tetap pede untuk mengacungkan tangan di kelas untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Saat ini jemari-jemari kecilnya sedang santer untuk belajar memetik gitar bersama Bayu. Menjadi yang paling berisik disaat dirinya sedang dalam mood yang hyper, dijamin tidak ada yang bisa menghentikan tawa terbahak-bahaknya, tapi dapat pula menjadi yang paling diam dikala dilep atau sedang bad mood. Salah satu tim inti debat di SS Glass yang sudah tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya. Calon mahasiswa llmu Ekonomi Universitas Indonesia, amin.



Chasbi AsidiqiChasbi, Botak, Tak.
Satu dari empat lelaki di kelas. Memiliki passion yang tinggi terhadap pelajaran sejarah dan sangat menggemari cerita-cerita heroik tentang perjuangan pahlawan Indonesia. Walaupun orangnya cukup geje tapi si Chasbi ini mahir dalam ilmu per-html-an sehingga ia menjadi satu-satunya tonggak harapan anak-anak The Jambrets dalam pelajaran TIK. Sekarang sedang menjabat sebagai Ketua SS PSHT, seperti wiro sableng dia begitu lincah dan mahir memainkan silat. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya, amin.




 Dzikri Sabillah AnwarChiki.
Satu-satunya mbretties yang selalu datang paling awal, setia setiap saat mengawali hari. Memegang keuangan The Jambrets, menjadi bahagia jika bisnis printer The Jambretz sedang ramai dan menghasilkan banyak uang. Entah kenapa kerap kali dipanggil Chikopat oleh anak-anak lain, padahal menonton Rumah Dara-pun ia tak kolu. Sepertinya cukup sekian *merasa aneh mendeskripsikan diri sendiri*. Calon mahasiswa Komunikasi Universitas Gadjah Mada, amin.



           Heraldha SaviraSasha, Sepik.
Presenter dan penyiar dari The Jambretz. Tak pernah lepas dari yang namanya handphone, baik pada waktu pelajaran maupun ulangan. Dirinya juga memiliki hobi untuk selalu memintai semua makanan milik anak-anak yang ada di kelas. Walaupun masih sekolah, ia sudah dapat menghasilkan uang sendiri dengan menjadi guru piano untuk anak-anak. Jam terbangnya pun sudah sangat padat, oleh karena itu pula mungkin ia seringkali ditemukan absen karena sakit, ataupun terbaring lemah di UKS. Dalam hal mengalihkan perhatian guru, Heraldha jagonya. Calon mahasiswa Bisnis Manajemen Universitas Indonesia, amin.


       
      Hanif AbidaBida, Ringkih.
Yang terlintas dalam benak rekan-rekan The Jambrets-nya ketika ia dinyatakan absen adalah pecah. Ya, seperti halnya sebuah kaca yang rapuh, ia sangat ringkih alias sangat mudah sekali sakit. Langganan absen pada hari Jumat, sehari setelah olahraga. Langgangan tidur di UKS juga. Selain itu, Bida juga memiliki kemampuan untuk tidur, the sleepy head anywhere anytime, bahkan di kala guru sedang menerangkan pelajaran. Seringkali membuat kelas menjadi berwarna dan ramai ceria. Namun jangan menganggunya dikala ia sedang badmood atau dilep. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota OSIS Sekbid 10 yang membawahi SS Glass atau debat yang ditekuni dan dicintainya. Sedang menyiapkan tenaga untuk MPDK 2012. Calon mahasiswa SBM ITB, amin.



      Masandi Rachmad Rosyid. Riwan.
Penjual pulsa dari The Jambrets, walaupun seringkali diutangi hingga beratus-ratus ribu, ia tetap selalu mempromosikan produknya dimanapun ia berada. Baru-baru ini mengembagkan bisnis untuk berjualan minyak wangi sepuluh ribuan yang membuat kelas semerbak dengan bau minyak wangi Justin Bieber. Sangat aktif untuk bertanya da menyimak pelajaran, sehingga kadang ia menjadi satu-satunya pengalih perhatian yang manjur di kala anak-anak yang lain sedang malas dan mengantuk untuk menyimak pelajaran yang disampaikan. Baru saja memenangkan lomba ekonomi tingkat Jawa Bali dan sukses membuat anak-anak terjancuk-jancuk dengan traktiran Nasi Goreng Jancuknya. Calon mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia, amin.



      Moch. Ali IrsyadIrsyad, Ijad, Rimba.
Si anak rimba yang sangat geje-geje sekali. Pencetus nama The Jambrets untuk kelas XI-IPS. The Jambrets sendiri merupakan singkatan dari Jamaah Berbudi Berprestasi Tjebelas IPS, berangkat dari backgroundnya yang merupakan Al-Hikmaers. Di dalam kelas selalu mengeluarkan celetukan-celetukan aneh dan alay yang kadang berhasil membuat satu kelas terkakak. Kadang juga dapat menjadi super annoying, membuat semua anak-anak mangkel. Berambisi untuk menikahi wanita arab, anak dari Syekh. Walaupun ia merupakan pemeluk agama Islam yang taat, tapi ia selalu meninggalkan gambar simbol-simbol New World Order dimanapun ia berada. Calon mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Indonesia, amin.



M. Bayu Adi PrakosoBayu, Baey.
Merupakan ketua kelas abadi The Jambrets. Selalu menyangklong tas bally kecil kemana-mana. Tak pernah lepas dari laptopnya dan seluk beluk PES serta Football Manager. Ia merupakan seniman sejati yang dapat mengusai alat musik, tari, teater, dan karawitan. Di kelas juga sering menggenjreng gitar yang berstiker I Love Smada dan genjrengannya akan semakin bertambah keras jika dirinya sedang emosi. Sering digojloki anak-anak karena parasnya yang bermata sipit. Sekarang sedang mengemban amanah menjadi Pengawas MPK Sekbid 8. Calon mahasiswa Hukum Universitas Indonesia, amin.





            Siska Septian AndriyaniSiska, Pre Order Sist.
Merupakan mbretti yang paliiiing kalem di dalam kelas. Ekspresinya selalu stabil, dirinya pun selalu rajin dan tabah dalam menghadapi tugas-tugas dan ulangan. Saking kalemnya bahkan waktu traktiran Nasi Goreng Jancuk oleh Riwan, walaupun udah kepedesan dan muka memerah ia tetep kaleem menghadapi itu semua, padahal yang lainnya udah teriak dan meler-meler nggak karuan. Ternyata Siska ini juga sudah bisa mengais rezeki sendiri dengan menjadi guru privat pelajaran untuk anak-anak SD di sekitar rumahnya. Calon mahasiswa Administrasi Negara Universitas Brawijaya, amin.



       Syahyana Ayu PurbasariSyasa, Sasa, Mbah.
The Jambrets yang paling menjulang dan semampai. Merupakan tetua di kelas. Awal mula kenapa ia bisa dipanggil Mbah adalah ketika Bayu dilimpahi makanan tiwul ketan oleh Pak Al-Amri, kemudian ia melimpahkan itu semua sebagai sesajen kepada Sasa. Agak geje memang. Kata-katanya yang khas dan selalu keluar dari mulutnya adalah “….., pooooool” dengan logatnya yang khas dan cara berbicaranya yang cepet-cepet-kayak-diburu-buru. Kesaktiannya semakin dibuktikan melaui jemarinya yang dapat dengan mudah menjinakkan printer yang rewel dan bolak-balik paper jam. Beruntunglah yang piket bersamanya. Calon mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia, amin.



      Wafda Liulin NuhaUlin, Wafdhlo’, Leoleeen.
Bernomer absen terbuncit. Walaupun epekndewo, tapi entah kenapa di kelas ia selalu menjadi bahan bulan-bulanan, terutama oleh Ijad. Sungguh kasihan sekali Ulin, tapi ia tetap tegar! Buktinya senyum dan tawa selalu mengembang di bibirnya dalam kondisi apapun. Kerap kali membuat The Jambrets geram karena cara bicaranya yang kurang tegas. Nampaknya ia menumpahkan semua kata-katanya ke dalam tulisan, terutama yang ada di blognya yang hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memahami maksudnya. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada.

13.12.11

Fiksi #3

"Kamu suka hujan?"
"Enggak. Petirnya nakutin!"
"Hahaha, kan nggak setiap hujan ada petir"
"Tapi petir ada kalo hujan!"
"Yaudah kalo gitu tiap hujan, kamu harus sama aku ya? Biar aku bisa ngusir petirnya, trus kamu suka deh sama hujan.."

***

Ve tersadar dari lamunannya. Dilihatnya jam dinding kafe itu, yang menunjukkan pukul 4 sore. Ia lalu melihat keluar jendela, hujan turun dengan derasnya. Ve tersenyum, ia bisa mencium bau hujan yang turun ke bumi dan membuat jalanan basah. Seseorang harus bertanggung jawab terhadap kegilaanku pada hujan, batin Ve. Sadar ia hanya duduk di kafe itu selama berjam-jam tanpa melakukan apapun, Ve lalu memutuskan untuk pergi.

Di luar, hujan masih sama derasnya dengan beberapa menit yang lalu. Ia membuka payung ungunya dan berjalan ke arah taman bermain anak-anak.


Picture source: Tumblr
***

"Ve, ayo hujan-hujanan sama aku!"
"Nggak mau Dit, nanti sakit.."
"Aduh, nggak bakal, aku jamin deh"
"Adiiit jangan tarik-tarik nanti basah!!!"
"Hahaha sukurin, ayo sini!"

Dan di tengah hujan deras itu, dua orang anak bercanda dan bergurau di tengah jalan, sebelum akhirnya satu dari mereka yang bernama Adit tertabrak mobil.

Dit, katamu kita nggak bakal sakit kalo hujan-hujanan, tapi kenapa badanmu dingin dan pucat gini, tidur terus lagi...

3.12.11

Golden Ages


Picture source: Tumblr

Yep I know ini minggu-minggu UAS dan tidak seharusnya tumblr-an...
Tapi entah kenapa tiba-tiba nemu gambar ini di tumblr dan bikin senyum-senyum inget momen itu.
*panggil debros dulu*

Jadi ceritanya kita lagi ke delta, mall paling hits dan happening banget waktu itu -__-
Kalo nggak salah sih habis nonton apa gimana gitu, trus nganggur kan, gak pengen pulang juga. Akhirnya nongkrong deh di Berry Blush, toko froyo yang harganya terjangkau dan ada majalah-majalah remajanya :3
Terus froyonya kan udah pada abis tuh, duit juga udah kandas.. Aku bilang "eh aku kok pengen froyo lagi ya, tapi duit udah ga ada nih" si nduti nyeletuk "aku punya ide! tadi di jalan aku nemu kerikil terus tak simpen di tasku, gimana kalo kerikilnya tak taruh di cup froyomu terus protes o ke mbaknya, kan biasanya diganti tuh!" anak-anak spontan nggegek semua, lak yo bodoh se wong froyonya lho udah abis, baru muncul kerikilnya terus protes -____-"

Dari situlah aku punya ide kita main bintang mas terus yang kepilih....harus.....melakukan apapun yang disuruh sama anak-anak lainnya. Bingung? Oke langsung cerita kejadiannya aja. Jadi tangan-tangan kita ditaruh diatas mejanya berry blush terus di-bintang mas-in (?). Dan yang pertama kepilih adalah....cha!! Charina rizky wijayanti putri :3 entah kenapa begitu tau dia yang kepilih kita semua langsung punya ide-ide busuk mengingat cha itu heboh dan bisa banget dikerjain =)) Dan setelah diskusi akhirnya kita nyuruh cha keluar ke depannya berry blush, yup, gak jauh dari eskalator, terus dia joget aca-aca ala india dan nyanyi hamko hamise curalo. YAAA TEMAAAAN IT REALLY HAPPENED HAHAHAHA dan mbayangin kan responnya orang-orang yang lewat di deket situ dan ngeliatin cha terheran-heran =))))))) *ampun chaaaa* dan kita gak lupa ngerekam dong ;)

Terus berikutnya bintang mas lagi, dan yang kena adalah NISHOCK =)))) *ngetiknya sungguhan ketawa ini aku* dia ini suwumpah polos pol maluan pol dan gampang juga digarai.... Dan hasil diskusi akhirnya kita nyuruh nishock keluar dari berry blush... di seberangnya kan ada toko brownies amanda, nah mbak-mbak yang jualan itu pake kerudung, nah nishock kita suruh tanya ke mbaknya udah berapa lama dia pake kerudung, suruh nanya-nanya gimana rasanya pake kerudung, apa pacarnya gak protes kalo dia pake kerudung, dan bagi-bagi tips biar rambut gak bau, dan itu harus dilakukan dengan dia sok-sok ngerekam pake hape daaaannn langsung ngacir trus gak jadi beli brownies =))) LOL sumpah mbaknya sampe gelagapan gitu pas ditanyain, berasa artis kali =))

Yang ketiga... kalo gak salah nih, kalo gak salah si amir (amira)... gak pake lama dia langsung disuruh dateng ke toko cincau station di sampingnya brownies amanda, ups tapi harus lepas sepatu, dan nyeker kesananya, trus pasang muka melas ke mbak yang jualan cincau sambil bilang "mbak saya habis kebanjiran, sepatu saya basah, boleh minta 2 kresek buat alas kaki?" dan kreseknya itu harus dipake di kaki beneran LOL HAHAHAHA gak berenti ketawaaaaa :''')))))))))))))

Trus anak-anak udah cuapek ketawa-ketawa sampe perutnya sakit semua, banyak yang mau pulang juga, akhirnya aku saran kalo udahan aja.. Tapi entah kenapa anak-anak nggak mau, malah nyuruh main satu puteran lagi, dan tiba-tiba feelingku gak enak. dan bener aja AKU YANG KENAAA HUAAA MAMAA T____T sueneng banget deh mereka aku yang kena, padahal yg usul game itu kan aku tapi kena sendiri :'( tiba-tiba mereka ngelirik jam tanganku, trus nyuruh aku jalan keluar dan tanya ke om-om yang lagi senden di sandaran mall trus tanya "om boleh tau nggak sekarang jam berapa? mau nyocokin jam nih, jam saya rusak" trus sok-sok jetlag, dan segera menghilang OH NOOO malunyaaaa :'O puas deh puaaaas mereka ngetawain aku, padahal jamku jelas baik-baik aja gak rusak... HUFFF pake T. Apalagi pas keluar dari berry blush dan pada mau balik ke spensix tuh om masih nyenden disana dan tanya "mbak jamnya udah bener?" that's like the most embarassing moment i've ever had Tuhaaaaaaaan mana temen-temenku ngetawain sampe guling-guling, mbak-mbak berry blush, amanda, cincau, ngikut ketawa semua DUH APES -______-

Tapi aku bersyukuuuur dulu sempet ngelakuin hal-hal gila itu, dan sebenernya masih banyak lagi yang gila... Jadi kalo reuni apa ketemu sama temen SMP ya begituan tuh yang dibahas sampe gak berenti ngakaknya... Dan sepertinya masa sma ini sudah bukan waktunya main gitu-gitu lagi, tapi aku pengen, kangen gila-gilaan, aaaaah teman-teman smp *peluk sambil nangis* Kangeeeen banget sama kalian huhu... :"(

1.11.11

day 8 — your favorite internet friend

Definitely Venus Aretha or Mbak Noni. Ingeeeeeet banget dulu pertama kali kenal dari facebook. Baca notes-notesnya yang.. Ya Allah keren buanget. Bakat jadi sastrawati kali ya. Trus komen-komenan gitu deh sejak saat itu. Sampe beralih ke twitter, blog, bahkan bbm... Dan sering saling curhat, kebanyakan tentang masalah cowok sih. Biasa, abg :3 Ketemu sekali di sweet seventeennya mbak galuh, kyaaaa amazed sekali, cuantik! <3

Stay wonderful, sister. Glad to know you ;)

26.10.11

Fiksi #2

Bertahun-tahun setelah hari hujan itu, aku kembali ke sekolah ini. Sekolah kecil namun menyimpan sejuta kenangan yang rasanya tak mungkin kulupakan. Gedungnya kini menjadi bertingkat, namun lapangannya tetap satu dan sempit. Aku ingat dulu setiap harinya yang main basket dan futsal selalu bermain bersama menjadi satu di lapangan itu, hingga banyak yang tadinya main basket jadi ikut main futsal dan begitu juga sebaliknya. Pantas saja baik tim basket maupun futsal sekolahku tak pernah berprestasi.

Hampir saja aku melenggang meninggalkan lapangan itu hingga satu suara yang berat memanggilku dengan tergesa, "Ve? Kamu Ve, kan?"
Spontan aku menoleh ke arah suara tersebut. Astaga, rasanya jantungku mau copot.

Ya, laki-laki itu berdiri di sana. Di tempat ia biasa duduk sambil menunggu gilirannya main basket. Ia berdiri dan berjalan ke arahku sambil tersenyum. Senyum yang membuat semua orang yang melihatnya ikut tersenyum. Aku masih seperti dulu, selalu salah tingkah ketika bertemu dia. Kalau dulu aku segera memalingkan wajah karena takut bersemu merah, sekarang aku sudah cukup pintar menyembunyikannya. Lalu kusapa ia balik, "Hei, Dan!"

Aneh, karena saat masih berada di satu sekolah dulu kami tak pernah dekat. Tak pernah berbincang. Atau mestinya kuhitung juga obrolan (sangat) singkat di bawah jaketnya saat hari hujan itu... Selain itu, kami cuma tau nama satu sama lain. Semakin dekat, aku bisa melihat wajahnya lebih jelas. Matanya tetap berbinar seperti dulu, seperti sepasang mata anak kecil yang mendapat mainan baru. Senyumnya tetap dan selalu lebar, yang mau tak mau ikut menarik matanya untuk tersenyum. Separuh terkejut, aku melihatnya sebagai sosok yang murah hati berbagi jaket denganku ini sudah menjadi seorang pria dewasa yang tampan.

"Apa kabar, Ve? Kok bisa ya kita ketemu di sini lagi?"
"Baik, Dan. Nggak tau nih, aku tadi kebetulan lewat terus pengen mampir aja. Kamu sendiri, ngapain di sini?"
"Hmmm.. Aku kangen sekolah ini, Ve..."

Setelah itu kami diam untuk beberapa saat. Memandang langit yang semakin gelap, dan rimbun pepohonan yang bergoyang ditiup angin kencang. Tanda-tanda hujan akan turun.

"Ya ampun, mau hujan nih Ve. Kenapa ya kita ngobrol tiap hari hujan? Hahaha"
"Jangan-jangan kamu pemanggil hujan ya? Ayo berteduh di bawah gerbang!"

Lalu kami berlari-lari sambil tertawa seperti sepasang anak sekolah berumur belasan tahun, dan diam lagi di bawah gerbang. Benar saja, hujan segera turun dengan derasnya, angin bertiup kencang, langit menggelap. Aku dan dia sama-sama tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Kami menikmati kesunyian ini, sibuk dengan pikiran masing-masing sambil menatap hujan. Membawa berjuta perasaan yang aku tak tau apa namanya.



Picture source: Tumblr

25.10.11

Fiksi #1

"Eh, hujan!" seru teman kelasku saat itu.
Tak percaya, aku melihat keluar lewat jendela. Benar saja, hujan turun rintik-rintik, makin lama makin deras. Bel pulang sekolah berbunyi, kami berbondong-bondong keluar dari kelas.

Seperti biasa, ketika hari hujan, gerbang sekolah yang tak seberapa luas itu dipenuhi hampir seluruh siswa yang berteduh sambil menunggu dijemput. Saking sesaknya, kupastikan semua murid yang ada di situ susah bernafas. Aku melihat ke sekeliling, semuanya sibuk sendiri. Ada yang bingung mengabari ibunya agar segera menjemput, banyak juga yang sedang bercanda atau mengobrol dengan yang lain.

Sampai mataku tertuju pada sosok itu, yang sedang bergurau dengan sahabatnya. Sahabatnya yang konyol itu. Entah kenapa hanya dengan melihat mereka, aku ikut tertawa. Aku memperhatikannya, matanya yang menyipit ketika ia tertawa lebar dan posturnya yang tinggi tegap. Lalu aku tersenyum.

Sesaat setelah itu, ketika ibuku sudah memberitahu bahwa ia sudah di depan sekolah, aku segera mencari jalan untuk keluar dari lautan manusia itu. Namun hujan masih mengguyur deras daerah sekolah kecil itu, membuatku bingung bagaimana harus keluar. Lalu seseorang dari belakang berkata, "Ayo bareng. Pake jaketku."

Beberapa detik kemudian tak sadar aku sudah berada di bawah jaket seseorang yang tengah di buka lebar untuk memayungi kami. Aku mendongak, melihat siapa pemilik jaket itu.
Dia. Yang matanya menyipit ketika tertawa lebar.

Hujan, aku jatuh cinta.

18.10.11

28.8.11

Meet The Cool & Multi-talented Hijaber, Yuna Zarai

Yuna is an independent Malaysian singer-songwriter. She began writing her own songs when she was 14 years old, and her first performance of her own songs was at the age of 19, after she learned how to play guitar. She has performed in numerous acoustic shows and events in many parts of Malaysia since 2006.
(more: here)





























Click:
- Her lookbook
- Her blog

17.8.11

Spasi

Kita adalah spasi. Kosong, hampa, lengang.
Kita adalah spasi. Diapit keramaian, tapi tetap sepi.
Kita adalah spasi. Ada, tapi tak pernah benar-benar terlihat. Baru dicari ketika hilang.

Kamu, aku, satu. Tapi tak pernah membentuk sesuatu.
Bahkan ketika kita merenggang dalam diam, kita tak saling pamit.
Mencuat ke atas dan ke bawah.
Hanya ditandai dengan barisan huruf yang menyempit.

Tanpa bekas.

10.8.11

“She came home from the hospital after her father passed covered in tears. I started crying and kept asking her ‘What can I do for you? Tell me how I can help’…And she looked up at me and said ‘Just hold me..’cause you’re the only thing that can fix me right now.’ ”


- Chris Martin on the inspiration for ‘Fix You’


Source: Tumblr 

10.7.11

Tribute to Perisai 2011

Harapan itu masih ada.
Jangan menyerah dulu, kawan.
Mereka hanya belum tahu, dan itu tugas kita untuk membuat mereka membuka mata.

"Padang Bulan", Andrea Hirata.

......
Makin dalam kubongkar kertas-kertas lama, kian memesona penemuanku. Kubuka ikatan setumpuk kertas dan terkejut melihat berlembar-lembar kertas berisi tulisan tanganku ketika masih kelas empat SD:

A Ling, hari ini aku belajar menyanyikan lagu "Rukun Islam". Apakah kau bisa menyanyikan lagu "Rukun Islam"?

Sesungguhnya kalimat itu amat konyol, mana mungkin A Ling, orang Tionghoa tulen dan beragama Konghucu akan belajar menyanyikan lagu "Rukun Islam". Aku pasti sangat gugup waktu itu. Dalam ikatan kertas yang lain, kutemukan surat ini:

Kalau rindu, ucapkan namaku lima puluh kali. Nanti tak rindu lagi.

Kupejamkan mata. Kuucapkan nama A Ling lima puluh kali. Kubuka mata, kulihat sekeliling.
Lampu padam.
Malam diam.
Aku masih rindu.

......



Reblogged from Mbak Aya

5.7.11

Stories of Princess and Their Lessons

Cinderella walked on broken glass.
Sleeping Beauty let a whole lifetime pass.
Belle fell in love with a hideous beast.
Jasmine married a common thief.
Ariel walked on land for love and life.
Snow White barely escaped a knife.
It was all about blood, sweat, and tears,
because love, means facing your biggest fears.

A letter to your heart.

“If you are going to fall in love with me, it’s only fair that you know what you are falling in love with. You are falling in love with my insecurities, and my obsession with trying to figure out what everyone thinks of me. You are falling in love with my immaturity, my constant need to feel loved and appreciated, my overactive tear ducts, my internet obsession. You fall in love with my troubled past, and my hopes and dreams, and how I’m a hopeless romantic at heart. If you fall in love with me, you fall in love with my self-hate and all my imperfections and my perception that nobody could ever love me.
But, you are also falling in love with the way my eyes will smile when I’m with you, the way I’ll text you in the mornings just telling you I hope you have a great day. You’re falling in love with the occasionally humorous and/or thought-provoking things I say, and the way I blush when people ask me about you. But to me, the most important thing will be that you are falling in love with me, despite me thinking that it is impossible.”

Reblogged from someone's blog. Forget who.
If you  know whose writing is this, please let me know and I'll put the credit here.
Thanks :)

Quote from The Notebook


My Dearest Allie,

I couldn’t sleep last night because I know that it’s over between us.

I’m not bitter anymore, because I know that what we had was real. And if in some distant place in the future we see each other in our new lives, I’ll smile at you with joy and remember how we spent the summer beneath the trees, learning from each other and growing in love.

The best love is the kind that awakens the soul and makes us reach for more, that plants a fire in our hearts and brings peace to our minds, and that’s what you’ve given me. That’s what I hope to give to you forever. I love you. I’ll be seeing you.


Noah.

4.7.11

day 6 — a stranger

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Aku Ingin
Oleh Sapardi Djoko Damono. 

3.7.11

Sweet.




Picture: Courtesy of Tumblr

2.7.11

My (Scary) Twin

Pas lagi seru-serunya cerita horor efek nonton Insidious di perjalanan pulang dari TP sama kakak, mas Angga, mama, Cumpi, kakak tau-tau nyeletuk gini, "Dek aku mau cerita sesuatu tapi habis tak ceritain ini aku yakin kamu nggak bakal berani tidur sendiri di kamarmu." Lhoalah, cerito opo? Batinku.

Aku jadi penasaran, terus dia tak tagih-tagih terus tak suruh cerita. Kakak, "Gini lho ceritanya. Tiap aku pulang pagi jam 1-2 an kan aku mesti lewat belakang, lewat jemuran trus ke kamarmu kan. Nah aku pasti ngintip lewat jendela kamarmu dulu, liat kamu udah tidur apa belum. Kalo kamu belum tidur aku pasti minta tolong kamu mbukain pintu kamarmu yg tembus ke jemuran. Kalo kamu udah tidur ya baru aku mbangunin mama. Trus pas hari itu tak intip dari jendela kamu udah tidur pules sambil meluk guling. Yaudah aku nggedor-nggedor jendela kamarnya mama, biar mama yang mbukain pintu kamarmu. Trus pas aku udah masuk kamarmu... Lho kamu kok nggak ada... Trus aku langsung lari pontang panting nyari kamu di ruangan-ruangan rumah. Aku kuaget soalnya mama bilang kamu hari itu lagi nginep di rumah temenmu... Lha terus yang tak liat itu siapa??"

Eng ing eng... Merinding disko coy.

Jadi flashback waktu itu entah amira atau pila sekitar 2 taun yang lalu waktu masih SMP, bilang ke aku, "Lho bid kon kok nang kene??"
Waktu itu aku posisi lagi di koridor depan perpustakaan, deket kelasku, 8B. Terus tak jawab, "Lhe emange aku kudune nang endi?"

Terus pila/amir itu njawab, "Jektaaaaaas ae aku ndelok kon nang kelas, cedek e rak buku, tak celuk gak noleh-noleh..."

Dengan posisi aku udah di koridor itu selama 1 jam terakhir.

Bayangkan gaes. BAYANGKAN.

Sebenernya apa yang salah sama aku? (atau jiwaku?)
Aku jadi takut sama diriku sendiri...

*Ada komen dari Septi di posting ini, tak pindah sini aja ya:

"Eh bid, gak bermaksud nambah-nambahin ya, aku pernah gitu juga, pas di smala yg kita sibuk diklat joerv yg nyiap2in id card itu lo.. kan sampe maghrib, trus nunggu ica beli kertasnya, kamu bilangnya lak mbalik ke X9 kalo ga salah.. trs aku liat kamu di pojok pendopo sebrangku nunduk sambil nulis2, lha tak kira kertasnya udh dateng, trus tak panggil km nggak noleh, tak pikir, bida iki lapo.. Eh tiba2 kamu dateng dari arah koridor .__. Aku dr dulu pengen cerita ini *sampe hampir lupa* hahaha tp lupa terus kalo ketemu wkwk"

Wow, berarti udah 3 orang ya yang ngeliat kembaranku.

29.6.11

Welcome...

SMALANE BARU.
Jadilah lebih baik dari generasi di atas kalian.
(Definisikan sendiri 'lebih baik'-nya :P)

28.6.11

And this is seriously considered as my 'lived happily ever after' house.

Too cute, no? ;____;


Picture: Courtesy of Tumblr

day 5 — your dreams

Here are my passions:
  1. Fashion
  2. Economy
  3. Photography
  4. Design
  5. Entrepreneurship
So, if I may sum that all up, the ending will be...

"A businesswoman"
Selling fashion products with marketing, management and accounting knowledge, and publication ideas by myself. Sounds great, huh? ;p

I'll stalk this dream and make it mine. Amin :)

27.6.11

day 4 — your sibling (or closest relative)

Luthfan Hammad


Danin Maula


Beda usia jauh-jauh. Didikan orang tua berbeda.
Glad to have you guys...

Can't agree more.


Picture: Courtesy of Tumblr

26.6.11

day 3 — your parents

Mama.

Ma, maaf aku masih belum bisa jadi anak yang baik untuk mama. Masih jauh dari impian mama. Sering bikin mama kecewa.

Ayah.

Yah, maaf aku sering marah diam-diam sama ayah. Maaf aku nggak pernah ngerti maksud ayah.

Ma, Yah, lihat anakmu ini.

Aku berjanji suatu saat nanti akan membuat kalian tidak menyesal punya anak seperti aku.
Tapi berjanjilah untuk selalu berada di sini. Jangan pergi dulu...


day 2 — your crush

Think I'll pass this one. Haha :)

23.6.11

Lovely Bedrooms























Picture: Courtesy of Tumblr